Senin, 21 Juli 2014

Perantau lagi Plesiran



Horeeeeeee!! Libur telah tiba sodara! Sebenernya ini latepost sih,,, saya ke palembangnya udah bulan Juni kemaren. Tapi apadaya sinyal inet di Mesuji ini ndat ndut gag karuan. Tapi,,,pamer dikit gag papa kan ya??? Toh pada kangen kan sama tulisan saya?????? Iya kan??? *sambilbawagolok.

Nyahahahahahaaaa... iya,,, dari tulisan saya sih uda kelihatan kalo saya seneng banget sama postingan yang satu ini. Ya gimana booook,, ini beneran plesiran dalam arti sebenarnya. Plesir pertama pake duit sendiri itu bikin puoool puasnyo. Ya walopun pulang jadi gag berduit lagi sih,,, tapi mayan lah,, mayan bikin pusing. Hihihihihihihi

Catatan Seorang Pendatang (Bagian Dua: Kalau saja ini Rahimku)



Hahahaha,,, oke,,setelan saya ternyata tidak di legal texting. Susah buat saya dapetin mood nulis dengan bahasa formal,, sounds too serious. Oke,,, ini lebay lagi deh kayaknya. Kenapa kok bawa bawa rahim???????? Hamil buk? Ama siapa? Heheheheeeee.. Nope. Ini bener bener topik yang bikin saya elus elus dada. Fyuhhhhh.....
Okay, let start!

Catatan Seorang Pendatang (Bagian Satu: Sebuah Garis yang Tebal)




Ya, ini seperti menaiki tangga dan kembali turun untuk kemudian menaikinya kembali.


Inilah yang sedang saya alami. Setelah menunggu berbulan bulan, akhirnya saya kembali menjejak kaki di tanah Mesuji. Tidak seberat yang saya bayangkan, meninggalkan Jogja untuk bergulat di tanah baru yang saya pilih untuk mengabdi. Bayangkan tentang sebuah pengabdian, maka semangat yang muncul itulah yang menjejali hati saat itu.

Kesempatan ketiga saya di Mesuji, setidaknya membuka wawasan tentang kabupaten baru tersebut. Luasnya Pulau Sumatra, benar saya rasakan disini. Sebagai pemekaran kabupaten Tulang Bawang, menurut saya, Mesuji pun masih terbilang sangat luas. Dengan hanya 7 kecamatan di kabupaten ini, saya membayangkan beban administrasi yang dihadapi oleh Pemda dan petugas kecamatan disana.